VIRUS PRENEUR : SINGLE MOTHER

Chusnul Rofiah

Sari


Peran sebagai seorang ibu tunggal (single mother) adalah hal yang tidak diharapkan, namun apabila hal itu terjadi, maka wanita harus siap dalam segala hal termasuk kesiapan menopang perekonomian keluarga. Hal yang paling umum dilakukan adalah dengan bekerja tanpa meninggalkan perannya sebagai ibu dan kepala keluarga bagi anak-anaknya. Wirausaha adalah jawabannya. Penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan pandangan dari para single mother baru tentang kegiatan wirausaha yang dilakukan para single mother. Penelitian ini menggunakan paradigma postpositivist dengan metode penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi dengan desain Simple Research With Triangulation Theory. Hasil pemikiran baru yang diperoleh disajikan melalui diagram fishbone untuk membantu memudahkan pemahaman tentang pendirian dan pengembangan usaha single mother yang menghasilkan dua puluh tiga hal penting yang perlu dipersiapkan pada saat memulai mendirikan dan mengembangkan usaha bagi single mother. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi bahan diskusi bagi para peneliti selanjutnya serta motivasi dan virus preneur bagi para wanita wirausaha khususnya single mother lainnya.

Kata Kunci


wirausaha wanita; single mother; kewirausahaan; virus preneur

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Belcourt, M. L., Burke, R. J., & Lee-Gosselin, H. (1991). The glass box: Women business owners in Canada (Vol. 90, Issue 2). Canadian Advisory Council on the Status of Women.

Bérard, J., & Brown, D. (1994). Services to women entrepreneurs: The Western Canadian case. Western Economic Diversification Canada, Manitoba Office.

Deng, S., Hassan, L., & Jivan, S. (1995). Female entrepreneurs doing business in Asia: A special investigation. Journal of Small Business & Entrepreneurship, 12(2), 60–80.

Dwiyani, V. (2013). Jika aku harus mengasuh anakku seorang diri. Elex Media Komputindo.

Kalleberg, A. L., & Leicht, K. T. (1991). Gender and organizational performance: Determinants of small business survival and success. Academy of Management Journal, 34(1), 136–161.

Kompas TV. (n.d.). Selama Pandemi, Angka Perceraian Meningkat. Kompas TV. https://www.kompas.tv/article/153571/selama-pandemi-angka-perceraian-meningkat

Lavoie, D. (1992). Women in business: A collective profile. A Resource Guide to Selected.

________. (1988). Women entrepreneurs: Building a stronger Canadian economy. Canadian Advisory Council on the Status of Women.

Layliyah, Z. (2013). Perjuangan hidup single parent. The Sociology of Islam, 3(1).

Mancer, K. (1987). Entrepreneurial women in Manitoba: Options and opportunities. Women’s Advisory Coucil.

Merdeka.com. (n.d.). Kemenag Sebut Angka Perceraian Mencapai 306.688 Per Agustus 2020. Merdeka.Com.https://www.merdeka.com/peristiwa/kemenag-sebut-angka-perceraian-mencapai-306688-per-agustus-2020.html

Olson, S. F., & Currie, H. M. (1992). Female entrepreneurs: Personal value systems and business strategies in a male-dominated industry. Journal of Small Business Management, 30(1), 49.

Rofiah, C. (2021). Qualitative Methods: Simple Research With Triangulation Theory Design. Develop, 5(1), 18–28.

Sarah. (2010). Thebaud.

Soernarnatalina. (1995). Stigma Negatif Janda.

Stevenson, L. A. (1986). Against all odds: The entrepreneurship of women. Journal of Small Business Management, 24, 30.

Sudin. (1982). Kehilangan Pasangan Hidup.

Sugiono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Alfabeta.

Susane, E., J. (2007). Tampilnya Perempuan Pengusaha di Seluruh Dunia. UG Jurnal, Vol. 8 No.

Wee, C.-H., Lim, W.-S., & Lee, R. (1994). Entrepreneurship: A review with implications for further research. Journal of Small Business & Entrepreneurship, 11(4), 25–49.

Zimmerer, T. W., & Scarboroug, N. M. (2005). Essentials of entrepreneurship and small business management. Prentice-Hall.




DOI: https://doi.org/10.26533/jmd.v4i2.787

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.