Sosialisasi Manajemen Organisasi Kepada Karang Taruna Untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi dan memberikan manfaat kepada Masyarakat
Abstract
Abstract
Socialization is a learning process of interaction with the community. This service activity aims to provide education to youth and young women of Karang Taruna so that they can understand organizational management well. Specifically, the goal to be achieved is to increase the understanding and skills of youth organization members in managing the organization effectively and efficiently. This activity is carried out in community service by providing knowledge such as strategic planning, organizing, leadership, time management and interpersonal communication. The results of this community service activity show that Karang Taruna in Plabuhan Village has made more effective and efficient changes in the management of its organization, this is proven by the cooperation of Karang Taruna members in carrying out activities. With this outreach, it is hoped that youth organization members can understand the importance of organizational management in achieving goals in daily activities and youth organization members can improve organizational performance and provide greater benefits to the surrounding community.
Keywords: Socialization, Organizational Management, Karang Taruna
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka)