Abstract
Pemanfaatan potensi lokal yang belum optimal sering kali menjadi kendala dalam peningkatan ekonomi masyarakat desa, khususnya bagi kepala rumah tangga perempuan yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha. Salah satu potensi yang belum banyak dimanfaatkan adalah limbah kulit pisang yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi berupa kerupuk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pengolahan kulit pisang menjadi kerupuk, melakukan standarisasi rasa dan kemasan, memberikan pemahaman prosedur manajemen halal, serta meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam memasarkan produk. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, pelatihan praktik langsung (learning by doing), pendampingan pengemasan dan pelabelan, serta edukasi manajemen halal dan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap teknik produksi, terbentuknya standar rasa yang seragam, kemasan yang lebih menarik, meningkatnya kesadaran pentingnya sertifikasi halal, serta tumbuhnya kepercayaan diri dalam menawarkan produk kepada konsumen. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas ekonomi kepala rumah tangga perempuan melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.
References
Ife, J., & Tesoriero, F. (2016). Community Development. Pearson Education.
Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2017). Marketing 4.0. John Wiley & Sons.
Suharto, E. (2017). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Refika Aditama.
Tambunan, T. (2019). UMKM di Indonesia: Perkembangan dan Tantangan. Ghalia Indonesia.
Tuten, T. L., & Solomon, M. R. (2020). Social Media Marketing. Sage Publications.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2024 Dr. Erminati Pancaningrum