Abstract
Permasalahan sampah daun kering, khususnya daun lering, menjadi tantangan lingkungan di banyak wilayah pedesaan sekaligus membuka peluang kewirausahaan berbasis ekonomi sirkular. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan pembuatan briket dari daun lering sebagai solusi kewirausahaan lingkungan di Desa Kaliwungu, Kabupaten Jombang. Sasaran kegiatan adalah 30 peserta yang terdiri dari pemuda desa, ibu rumah tangga, dan pelaku usaha mikro lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pelatihan keterampilan teknis, yang mencakup tahap identifikasi potensi limbah, sosialisasi konsep ekonomi sirkular, pendampingan teknis pembuatan briket (pengeringan, pencetakan, pembakaran), serta pelatihan strategi pemasaran dan perhitungan keuntungan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memproduksi briket dengan kualitas terbakar yang baik, memahami strategi pemasaran berbasis komunitas, serta mampu menghitung titik impas usaha. Program ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis lingkungan dapat mendorong terbukanya peluang usaha baru sekaligus mengurangi masalah sampah organik di tingkat desa.
References
Kurniawan, D., & Lestari, S. (2024). Dampak Ekonomi Pelatihan Briket bagi Kelompok Perempuan Pedesaan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 9(1), 88–101.
Prasetyo, A. (2024). Tantangan Pengolahan Sampah Organik di Jawa Timur. Jurnal Lingkungan Hidup, 11(3), 134–142.
Santoso, B., & Rahmawati, N. (2025). Model Kewirausahaan Lingkungan Berbasis Komunitas. Jurnal Ekonomi Kreatif, 7(1), 22–36.
Wahyuni, S. (2023). Potensi Limbah Daun Lering sebagai Briket. Prosiding SNEB 2023, 112–120.
Wijayanti, R. (2025). Literasi Keuangan dalam Pelatihan UMKM Energi Alternatif. Jurnal Manajemen Usaha Kecil, 4(2), 67–79.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2025 Nuri Purwanto