Pengaruh Profesionalisme Dan Budaya Kerja Terhadap Kinerja Internal Auditor, Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Moderator

Arta Satriya Yulianto

Sari


Hasil pengujian hipotesis pertama diketahui bahwa tingkat signifikansi dari pengaruh secara parsial dari variabel profesionalisme 0,002 variabel budaya kerja sebesar 0,004 dan variabel kepuasan kerja sebesar 0,001 pada taraf signifikan (a) 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel bebas atau secara parsial berpengaruh terhadap variabel terikat (Y) dengan demikian hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Hasil pengujian hipotesis kedua dari uji interaksi diperoleh nilai tingkat signifikansi variabel moderating sebesar 0,001 nilai tersebut ≤ 0,05, dengan nilai koefisien beta (b) sebesar 2,532 maka variabel kepuasan kerja merupakan variabel yang moderasi, pada tahap uji residual nilai beta (b) positif, pada hasil compute nilai variabel M sebesar 2,532, nilai positif dari koefisien tersebut menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja memoderasi kuat pada pengaruh varabel profesionalisme terhadap kinerja internal auditor. Hasil pengujian hipotesis ketiga pada uji interksi diketahui bahwa tingkat signifikansi variabel moderating sebesar 0,000, nilai koefisien beta (b) sebesar 1,237 maka ariabel budaya kerja sebesar 0,974 dan variabel kepuasan kerja sebesar 0,559. nilai positif dari koefisien tersebut menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja memoderasi kuat pada pengaruh varabel budaya kerja terhadap kinerja internal auditor


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Achema & Afoi, 2010. Kepuasan kerja adalah fungsi yang membedakan antara harapan dan kenyataan

Achmad Badjuri (2009). Pengaruh Komitmen Prganisasional dan Profesiaonal Terhadap Kepuasan Kerja Auditor Dengan Motivasi sebagai Variabel intervening. Kajian Akuntansi, Agustus 2009, Hal: 117-132 Vol. 1 No. 2 117

Adiputra, 2014. Budaya Tri Hita Karana Terhadap Kinerja Internal Auditor Yang Dimoderasi Variabel Kepuasan Kerja

Arumsari, Lukyta Adelia. 2014. Pengaruh Profesionalisme, Independensi Auditor, Etika Profesi, Budaya Organisasi, dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Auditor pada Kantor Akuntan Publik di Bali. Tesis. Denpasar.

Asikin, B. 2006. Pengaruh Sikap Profesionalisme Internal Auditor Terhadapperanan Internal Auditor dalam Pengungkapan Temuan Audit, Jurnal Bisnis,Manajemen dan Ekonomi, Vol.7, No.3, Februari: 791-810.

Asri Usman, Made Sudarma, Hamid Habbe, and Darwis Said, 2014. Effect of Competence Factor, Independence and Attitude against Professional Auditor Audit Quality Improve Performance in Inspectorate (Inspectorate Empirical Study in South Sulawesi Province). Journal of Business and Management, 16 (1): h: 1-13

Wuryanto E. 2010. Hubungan Antara Kualitas Kepemimpinan dan Gaya Manajemen Dengan Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang. Jurnal Keperawatan volume 3 No 2, September 2010. Diakses tanggal 15 Maret 2015

Ferris, Gregson, 2008, An Investigation of the causal ordering of job satisfaction and organizational commitment in turnover models in accounting. Behaviour Research In Accounting 4 : 80 – 95

Gering , at.,all, 2014. Aktualisasi budaya kerja produktif sebagai ukuran sistem nilai mengandung komponen-komponen yang dimiliki seorang karyawan.

Gering Supriyadi, dan Tri Guno. 2006. Budaya Kerja Organisasi Pemerintah, Modul MAteri Diklat Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta : Lemaga Administrasi Negara.

Griffiths, P., Robinson, S., & Murrells, T.(2008) Job Satisfaction Trends During Nurses Early Career, BMC Nursing 2008, 8 :19

Gunawan. (2006). Genius Learning strategy. Jakarta: PT. Gramedia

Hasibuan. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Cetakan 9. PT. Bumi Aksara.

Harrel, it, and M. Stahl. 2006. “Mc Clelland’s trichotomy of need theory and the job satisfaction and work performance of CPA firm professional”. Accounting Organization and Society 9 : pp.241-252

Harrel, it, E. Chewning and M. Taylor, 2006. “Organization – Profession Conflict and the Satisfaction and Turnover intentions of internal auditing”. Auditing : a Journal of Practice & Theory (Spring) : pp.109-121

Hery dan Merrina Agustiny. 2007. “Pengaruh Pelaksanaan Etika Profesi Terhadap Pengambilan Keputusan Akuntan Publik (Auditor)”. Jurnal Akuntansi & Manajemen, Vol. 18, No. 3 Desember 2007, 149-161.

Hiro Tugiman, 2006. “Audit Internal yang Diharapkan Kenyataan dan Upaya Pengembangannya”. Makalah Seminar Nasional IAI Cabang Jambi.

Lumongga, Pieter. (2010). Pengantar Psikologi Dalam keperawatan, Jakarta : kencana Prenada Media, Jakarta.

Mangkunegara, 2009. faktor kepuasan kerja.Refika Aditama.Bandung

Mangkunegara, A.P. 2010. Evaluasi Kinerja SDM. Cetakan Pertama. PT. Refi ka Aditama, Bandung.

Maryani. 2010. Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Serta Pengembangan Karyawan Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan pada Perusahaan Ritel di Sulawesi Selatan. Disertasi Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Malang.

Melo, Barbosa, & Souza, 2011. Pengertian kepuasan kerja

Messier et.al yang dialih bahasakan oleh Hinduan (2006 : 516-517). Standar kerja Audit Internal. Edisi Empat,Penerjemah Nuri Hinduan, Salemba Empat, Buku II, Jakarta

Morrow, P.C. and J.F. Goetz. 2008.”Professionalism as form of work commitment”, Journal of Vacational Behavior 32 : pp. 92-111

Nasrullah et al., 2013. Pengaruh etika, pengalaman audit, dan independensi terhadap Skeptisisme professional Auditor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jurnal Akuntansi & Keuangan, 6(1): h: 1-13.sasution, 2011:34. Standar Profesi Audit Internal

Nursalam, 2014. Faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja. Skripsi,Fakultas Ekonomi & Bisnis.

Poznanski, Peter, J dan Bline, Denis M. 2007. Using structural equation modelling to investigate the causal ordering of job satisfaction and organization commitment among staff accountants. Behavioral Research in Accounting. Volume 9, 1997. Printed in USA.

Pei, B, dan F. Davis. 2006, “The impact of organizational structure on internal auditor organizational – Professional conflict and role stress : An exploration of Linkages. Auditing: A Journal of Practice & Theory (Spring) : pp.101-115.

Rahmawati. 2007. Hubungan antara Profesionalisme Internal Auditor dengan Kinerja, Kepuasan Kerja, Komitmen dan Keinginan Untuk Pindah. Tesis Program Pasca Sarjana UGM (Tidak dipublikasikan)

Schermerhorn, Hunt, Osborn, & Uhl-Blen, 2010. Pengertian kepuasan kerja

Septiani, Gede Juliarsa. 2014. Pengruh Independensi, Profesionalisme, Tingkat Pendidikan, Etika ProfesiI, Pengalaman, Dan Kepuasan Kerja Auditor Pada Kualitas Audit Kantor Akuntan Publik Di Bali. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana.

Sinaga, Marfin., Jaka Isgiyarta. Analisis Pengaruh Profesionalisme Terhadap Tingkat Materialitas Audit Dalam Proses Pengauditan Laporan Keuangan. Diponegoro Journal Of Accounting, Vol. 1, No. 2. 2012.

Solimun, 2008, Memahami Metode Kuantitatif Mutakhir: Structural Equation Modeling & Partial Least Square, Malang: Program Studi Statistika FMIPA Universitas Brawijaya.

Sudiksa dan Utama, 2016. Penelitian tentang Propfesionalise, motifasi dan kepuasan kerja sebagai variabel moderator dari kinerja internal auditor

Sugiyono, (2008). Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta.

Tugiman, 2006:13. Standart Profesional Audit Internal, edisi kelima. Yogyakarta: Kanisius

Utomo, L. P. (2018). Kecurangan Dalam Laporan Keuangan “Menguji Teori Froud Triangle”. Jurnal Akuntansi dan Pajak, 19(1), 77-88.

Wardani, 2013,”Community within a community : The profession.”American Sociological Review 22 : PP.194-200.

Wardani. 2013 “Professionalism and its Consequences : A Study Internal’s Auditor”. A journal Practice and Theory (Spring) : 64 -85.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.