Peran Fasilitator Dan Pengaruhnya Dalam Membentuk Masyarakat Yang Berdaya

Mohammad Thamrin Bey

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh variabel peran fasilitator (X) yang meliputi peran sebagai moderator (X1), peran sebagai motivator (X2), peran sebagai narasumber (X3), peran sebagai mediator (X4) terhadap terbentuknya masyarakat yang berdaya di Desa Jabon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptitf kuantitatif. Populasi yang digunakan yaitu anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) ekonomi yang mendapatkan dana pinjaman bergulir untuk kegiatan ekonomi produktif selama periode tahun 2013 sampai 2014 yang berjumlah peminjam sebanyak 200 orang yang berasal dari 33 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Cara penarikan sampel menggunakan teknik Sampling Kuota, yaitusetiap kelompok dberikan kuota 1 orang untuk dijadikan responden sehingga jumlah responden ada 33 responden. Hasil analisis peran fasilitator dan pengaruhnya dalam membentuk masyarakat yang berdaya, secara parsial dua variabel bebas : Peran sebagai Motivator (X2) dan Peran sebagai Narasumber (X3) berpengaruh terhadap variabel terikat : Masyarakat yang Bedaya (Y). Sedangkan variabel bebas yang tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat adalah Peran sebagai Moderator (X1) dan  Peran sebagai Mediator (X4). Berdasarkan pengujian secara simultan, keempat variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Besarnya pengaruh secara simultan adalah sebesar 79.5%, sedangkan 20.5% lainnya dipengaruhi oleh faktor diluar peran fasilitator.


Kata Kunci


Peran Fasilitator; Masyarakat; Berdaya

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Apriyanti, L., & Hendarto, R. M. (2011). Analisis Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penanggulangan Kemiskinan Kota Semarang (Kasus Implementasi Program Pinjaman Bergulir PNPM Mandiri Perkotaan Kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang Tahun 2008-2010) (Doctoral dissertation, Universitas Diponegoro).

Ali, Madekhan. 2007. Orang Desa Anak Tiri Perubahan. Yogyakarta : Averroes Press

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi VI. Jakarta : Rineka Cipta

Daruwinata, Ridwan Dannar. Widayawati, Wiwik, Taufiq, Ahmad. 2008. Peran LPMK dan BKM Dalam Pemberdayaan Masyarakat Di Kecamatan Tembalang.

Mutiarni, R., Zuhroh, S., & Utomo, L. P. (2018). Pendampingan Pencatatan Transaksi Dan Penyusunan Laporan KeuanganBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) Putra Subagyo Desa Miagan-Jombang. Comvice: Journal Of Community Service, 2(1), 21-28.

Rejeki, Dwi Prawani Sri. 2006. Analisis Penanggulangan Kemiskinan Melalui Implementasi Program P2KP di Kota Semarang (Studi Kasus di Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang Tahun 2000-2003)

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta

Sulistiyani, Ambar Teguh. 2004. Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Yogyakarta : Gava Media

Sulistyo-Basuki. 2006. Metode Penelitian. Jakarta : Wedatama Widya Sastra dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia

, Modul Khusus Fasilitator : Fasilitator Perubahan. Direktorat Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia

_____, PNPM-P2KP. 2007. Modul Pegangan Fasilitator Kelurahan. Jakarta

http://id.wikipedia.org/wiki/Fasilitator tentang fasilitator diakses pada tanggal 02 November 2013

Wulandari, P. R., Bendesa, I. K. G., & Saskara, I. A. N. (2013). Analisis Partisipasi Masyarakat Dan Kepemimpinan Terhadap Tingkat Keberhasilan Proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (Pnpm) Mandiri Perdesaan Di Kecamatan Gerokgak, Buleleng-Bali. Buletin Studi Ekonomi.

Surya, S. (2011). Analisis kinerja dana bergulir PNPM mandiri di kecamatan lubuk begalung kota padang. Jurnal Administrasi Bisnis, 7(2).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.